Bursa transfer kali ini telah dihujani oleh perpindahan pemain-pemain papan atas. Berbagai nama yang telah lama diisukan hengkang pun telah terealisasi.
Kylie Walker, Victor Lindeloef, dan Tiemoue Bakayoko adalah beberapa contohnya. Atau sebut saja Romelu Lukaku, atau Wayne Rooney yang perpindahannya berlangsung relatif cepat.
Namun, coba bandingkan dengan Alexis Sanchez yang rumornya naik turun bak roller coaster.
Pemicu utama kepindahan Sanchez adalah kegagalan The Gunners menembus posisi empat besar di klasemen Premier League edisi terakhir, yang juga berarti bahwa Sanchez tak akan tampil di Liga Champions musim depan. Perlahan, kisi-kisi akan hengkangnya pemain yang dibeli dari Barcelona itu terkuak ke permukaan.
Mulai dari ketertarikan Manchester City, ajakan Arturo Vidal ke Bayern Muenchen, kedatangan Alexandre Lacazette yang bisa disebut sebagai bentuk antisipasi Wenger jika kehilangan Sanchez, hingga absennya sang pemain di laga pra-musim Arsenal.
Kendati demikian, perkara dirinya tak dimasukkan dalam skuat tur pra-musim bisa ditampik oleh Arsene Wenger.Pemain yang pernah berseragam Udinese itu dikabarkan sengaja tak dibawa karena tengah diistirahatkan setelah tampil di ajang Piala Konfederasi bersama Chile.
Namun, pembelaan itu tak lantas menghilangkan rumor kepergian Sanchez. Apalagi baru-baru ini Sanchez kembali memperkuat sinyal kepindahannya saat dia mengatakan hasratnya untuk merumput di ajang Liga Champions.
"Saya ingin bermain di Liga Champions", ujarnya kepada Tele13 saat menghadiri laga amal di kampung halamannya.
Sanchez menambahkan bahwa meraih "Si Kuping Besar" adalah impian masa kecilnya. Selain itu dirinya tinggal menunggu jawaban dari Arsenal tentang masa depannya.
"Saya telah membuat keputusan, sekarang saya menunggu jawaban Arsenal. Tujuannya adalah bermain dan memenangkan Liga Champions, saya sudah memimpikannya sejak kecil," ucap Sanchez.
Sesuatu yang wajar memang. Pasalnya, Sanchez tak pernah absen tampil di ajang paling elit bagi klub-klub Eropa itu sejak pindah ke Barcelona pada 2011 silam. Dan, kalaupun dirinya bertahan di Emirates Stadium, kansnya untuk meraih titel Liga Champions pun terbilang kecil.
Seperti diketahui, Arsenal selalu gagal di babak 16 besar Liga Champions dalam tujuh musim beruntun.
Sementara, Arsenal juga dalam posisi yang tak mudah. Di satu sisi mereka amat membutuhkan Sanchez yang jadi tulang punggung mereka di musim lalu, sedangkan di sisi lain kontraknya hanya tinggal semusim saja.
Dengan kata lain, jika mereka tidak menjualnya secepatnya, Sanchez akan berstatus bebas transfer--dengan catatan dirinya tak melakukan perpanjangan kontrak bersama Arsenal.
Pilih mana, Arsenal?


No comments:
Post a Comment